Surabaya, 22 Mei 2026 – SMA Negeri 18 Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan bertajuk “Bebas Sampah Plastik di Sekolah”. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian sekolah dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada seluruh warga sekolah, khususnya para murid sebagai generasi muda.

Melalui slogan “Gerakan Anak Muda Peduli Lingkungan!”, SMAN 18 Surabaya mengajak para murid untuk mulai menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Program tersebut juga didukung dengan berbagai fasilitas serta aturan yang diterapkan secara konsisten.

Salah satu aturan utama dalam gerakan ini adalah murid diwajibkan membawa tumbler atau botol minum sendiri dari rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai yang berpotensi menambah jumlah sampah di sekolah.

Selain itu, para murid juga dianjurkan membawa kotak makan sendiri saat membeli jajanan di kantin. Dengan menggunakan wadah pribadi, penggunaan kantong maupun kemasan plastik sekali pakai dapat diminimalisir. Pihak sekolah juga mengimbau agar para murid memilih makanan atau snack dengan kemasan ramah lingkungan, seperti berbahan kertas atau bahan alami.

Tidak hanya itu, SMAN 18 Surabaya juga menyediakan tempat sampah terpilah yang terdiri dari sampah organik, anorganik, dan limbah b3. Seluruh warga sekolah diajak untuk membuang sampah sesuai jenisnya agar proses pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan mendukung budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.

Penerapan program ini terlihat dari berbagai sudut sekolah, mulai dari poster edukasi mengenai pengurangan sampah plastik, fasilitas tempat sampah terpilah, hingga area kantin yang mendukung penggunaan wadah ramah lingkungan. Dengan adanya gerakan ini, sekolah berharap murid tidak hanya menerapkan budaya peduli lingkungan di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun masyarakat.

Melalui program “Bebas Sampah Plastik di Sekolah”, SMAN 18 Surabaya ingin membuktikan bahwa perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dan kebiasaan kecil yang dilakukan bersama-sama. [NIM, 2026]